Selasa, 29 Januari 2008

Dia

Mungkin ini tulisan pertama yang paling tidak kuharapkan akan kutuliskan sebelum-sebelumnya. Tapi bagaimanapun juga kegetiran, semangat, dan keinginan memberikan aku celah untuk bisa membaginya kepada siapa saja yang rela maupun tidak rela membuang sebagian waktunya demi seonggok ceritaku...
Akhir-akhir ini pikiranku semakin tidak jernih saja, integritasku diragukan, keberanianku diuji. Oleh peristiwa-peristiwa dan orang-orang. Aku cuma bisa berharap Allah menguatkan hati ini ketika aku ingin menemani perasaan yang telah melandaku dan menggenggam sebutir harapan dalam lubuk hatiku yang paling dalam.

Dan semua itu tidak lepas dari sebutan seseorang yang kupanggil "dia"...


Masih terngiang-ngiang dalam otakku berbagai komentar yang ada;
temanku bilang, "jangan ganggu dia"
sahabatku bilang, "lebih baik tinggalkan dia, tetapi apapun keputusanmu aku akan tetap mendukung"
the one that i called my sister said, "i will not agree with what you doing"
sahabatku yang lain bilang, "please don't do that"
temanku bilang, "kamu akan melukai orang-orang yang kamu sayangi"
my best friend said, "may Allah will guide you both to the best path"

...dan...aku cuma bisa tersenyum kecut mendengar semua itu :-)

Aku tahu aku tidak muda lagi dan tidak seharusnyalah melakukan ini. Tetapi, aku tidak bisa menafikan dia dari selubung khayalanku. Sepanjang hari selalu-lah kuingat kenapa aku bisa seperti ini dan seperti itu, mungkin hanya Allah dan takdir sebagai pemberian-Nya yang mampu menjawabnya. Kepadanya aku menaruhkan harapan dan kebahagiaanku yang telah dititipkan oleh Allah.
Aku juga tahu, betapa banyak orang menghinakan dia sampai ke titik di mana aku pun takut mengalaminya, bahkan yang bisa kulakukan hanya menghiburnya dan berusaha memahami apa-apa yang dia lalui. Meski juga banyak orang bilang dia orang yang aneh, tidak bisa bergaul, keras kepala, seperti anak kecil, bermasalah, tidak punya kemampuan, tidak pengertian, dan selain-selain itu. Apakah peduliku dengan semua itu, tidak, aku tidak membutuhkan kebalikan semua itu.

1 komentar:

sand mengatakan...

Saya kadang merasa bersalah, semoga komentar2 saya ttg 'dia' sebatas hubungan kerja. bagaimanapun ada juga beberapa kekagumanku sama dia. ok whatever it is... silakan dijalani, nggak usah dibicarakan lagi.
Btw. tulisan yang ini lebih bagus secara tulisan hehehe.. agak puitis.. apa kebawa suasana kali yah.
Coba kadang nulis ttg si kembar kekekek.. lucu pasti.